Teman

Monolog ini aku sampaikan padamu
Ketika orang lain menikmati kehidupannya dengan jalan berbeda
Perkenankan getaran bibir ini mengungkapkan nikmat yang aku terima
Adakah engkau memperkenankan rasa manis yang selama ini kuterima?
Teman-teman yang tidak sengaja bertemu kembali
Teman lamaku, teman lamaku yang aku kira aku tidak akan bertemu mereka lagi
Namun ternyata sampai saat ini mereka bisa bertukar pikiran denganku
Tinggi
Tinggi tempat pijakan engkau berada, lewat tempat itulah engkau mengatur ketidaksengajaan pertemuannya dengan teman lamanya
Dia kira semuanya telah habis, namun sampai tuts ini ditekan
Mereka selalu berada di benak
Terima kasih
Terima kasihku untuk sesuatu yang bernama teman

Advertisements

One thought on “Teman

  1. Pingback: Teman Tinta Wrap Up: First Batch | I write, therefore I am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s