Monthly Archives: November 2011

Batas Saya Cuma Sampai Jam 10!

Akhir-akhir ini masalah lama saya timbul, susahnya tidur awal dan juga susahnya bangun awal. Babeh saya bilang, praktek saya tidak sebagus teori saya. Hal tersebut menjadi bahan saya gusar beberapa hari ini. Mungkin ada benarnya, apa yang dia katakan mengenai hal tersebut kepada saya membuat saya terus berpikir. Tidak satu, dua, bahkan lebih dari itu. Saya berpikir ulang mengenai hal beliau ucapkan. Continue reading

Jika Punya Mesin Waktu

Selamat Idul Adha semuanya, jaga nafsu untuk tidak makan terlalu banyak, hehe.

Beberapa saat yang lalu saya membuat post mengenai harapan kedepan dalam satu tulisan singkat. Lalu kemudian saya terpikir, apakah saya dapat kembali ke masa lalu untuk memperbaiki banyak hal? Harapan kosong memang, sesuatu yang sudah terjadi sudah tidak dapat ditarik lagi. Tidak terkecuali hal yang paling buruk sekalipun. Berpikirlah saya untuk hal itu, bagaimana kalau ternyata Tuhan menciptakan mesin waktu untuk dapat saya tunggangi menjelajah beberapa masa kebelakang. Saya ingin sekali mengganti memori buruk yang pernah saya lakukan, kepada keluarga, ataupun teman.

Ketika tidak banyak yang dapat saya lakukan sekarang, hanyalah penyesalan, dan mungkin penyesalan saya yang ada saat ini bukanlah penyesalan yang terakhir. Tapi apa daya, saya akan terus berusaha untuk menutupi rasa sesal yang nantinya akan timbul. Doa dan usaha menjadi bagian darinya. Dan mungkin ketika saya kembali ke masa lalu, saya akan mencari beberapa teman untuk dapat saya jadikan sahabat. Sahabat yang dapat saya andalkan untuk bercerita. Punya banyak teman belum tentu memiliki seorang sahabat, namun ketika kamu memiliki seorang sahabat, seakan kamu akan memiliki semua teman, apalagi kalau sahabats (plural :p).

Saya ingin memperbaiki diri saya sendiri di masa lalu. Melihat bagaimana Fahmi yang lalu bertindak, dan bertemu dengannya bagaikan Nobita yang bertemu dengan Nobita, atau Doraemon dari masa depan. Nobita kemudian dapat menasehati Nobita lalu, walaupun sulit untuk Nobita lalu untuk mengubah kebiasaannya. Tapi dengan bertemu dengan Nobita masa depan, Ia perlahan akan mengerti mengenai pentingnya setiap tindakan yang diambil, sampai yang terkecil sekalipun. Bahkan Nobita kemudian akan terus menjaga asa pada masa lalu agar mereka dapat terus bersahabat dengan Takeshi, Suneo, Doraemon, dan Shizuka. Indah bukan?

Terlambat memang sudah, tapi tidak ada salahnya untuk seorang saya untuk berharap. Berharap kepada kehampaan.

Mesin waktu, andai engkau memang benar-benar ada disini.